Selasa, 19 Maret 2019

10 Tempat Wisata yang Muncul di Series Thailand WOLF (2019)


Di acara WONDER THIRTEEN pada bulan November 2018 lalu, GMM TV mengumumkan akan menayangkan 13 series produksi mereka di tahun 2019. Dari 13 series yang mereka umumkan, ada beberapa yang menarik perhatianku

Maaf ya itu no 2 harusnya Theory of Love.

Dari 5 series yang ada tunggu, sampai bulan Maret ini baru no 5 yaitu เชงเม้ง (ChengMeng) yang sedang tayang di Line TV sedangkan yang lainnya belum ada jadwal pasti untuk penayangannya. Meski ChengMeng jadi salah satu series yang aku tunggu, nyatanya aku malah belum nonton satu episodepun. Hahaha. Aku malah nonton WOLF (Wolfเกมล่าเธอ) yang juga diproduksi oleh GMM TV.

Selasa, 19 Februari 2019

MKD Goes to Bandung

Stasiun Bandung
Punya teman di media sosial bukan berarti mereka cuma teman khayalan. Mereka juga bisa jadi teman nyata. Setelah sering berkomunikasi lewat akun twitter, kita memutuskan untuk meet up di Bandung. Aku sudah bertemu dengan sebagian teman My Korean Drama ID  yang berdomisili di Jakarta tapi meet up kali ini beda karena kita akan wisata bareng! Yay!

Setelah menentukan tanggal, tempat penginapan dan tiket kereta, tentu aja kita membuat itinerary.
"Kenapa sih ke Bandung aja pakai itinerary? Sok banget kayak mau pergi jauh aja!"
Ada yang berfikiran seperti itu? Alesannya gampang aja sih, selain berpegang teguh dengan para oppa, itinerary juga jadi pegangan kita biar nggak bingung setelah ini mau ke mana dan setelah ini mau ngapain. Meski nggak semua yang di itinerary bisa dijalankan tapi tetap dibutuhkan.

Setelah semua siap, wisata bersama MKD dimulai!

18 Agustus 2018

Menuju Bandung
Baru pertama ketemu sama Yeni :)
Kita berangkat dari stasiun yang berbeda. Kak Empie, Mba Ilmy, Mba Della dan Nadya dari Stasiun Gambir, sedangkan aku dan Yeni dari Stasiun Bekasi. Maklum ya, aku tinggal di Cakung yang secara de jure  ikutnya Jakarta Timur tapi secara de facto lebih ke Bekasi XD

Meski berangkat dari stasiun yang berbeda tapi yang namanya fate, ternyata kita berada di gerbong yang sama. Hm... Fate because of you, oppadeul~~ *ciyein dong*

Sesampai di Stasiun Bandung, Mba Utie sebagai tuan rumah sudah menunggu. Selama kenal dari tahun 2016 (kalau nggak salah inget), ini adalah pertemuan pertamaku dengan Mba Utie. Seneng akhirnya bisa ketemu sama noonanya anak-anak bangtan!

Untuk transportasi, kita memutuskan untuk menggunakan mobil online. Awalnya mau sewa mobil tapi setelah diperhitungkan perkiraannya malah lebih hemat kalau pakai mobil online.

Selasa, 04 Desember 2018

Mencoba Naik Kereta Bandara Soekarno-Hatta

"You can't understand a city without using its public transportation system." 
- Erol Ozan

Banyak jalan menuju Roma, begitu juga menuju bandara. Hari itu aku agak bingung mau menggunakan mode transportasi apa untuk sampai ke bandara Soekarno-Hatta. Aku nggak buru-buru karena penerbanganku malam. Awalnya aku berniat menggunakan mobil online tapi berubah pikiran untuk mencoba KA Bandara.

Sebelumnya aku sudah cari info dulu, selain dari Stasiun BNI City, KA Bandara juga ada yang berangkat dari Bekasi. Pas banget tuh dekat dengan kostku di Cakung yang secara de jure ikut Jakarta Timur tapi secara de facto lebih ke Bekasi. Hahaha. Namun sayangnya jadwal keberangkatan dari Bekasi nggak ada yang malam hari :(


Akhirnya aku dari Stasiun Cakung menuju ke Stasiun Sudirman. Keluar dari Stasiun Sudirman dan jalan sekitar 10 menit untuk sampai Stasiun BNI City, kemudian ke lantai tiga naik lift untuk membeli tiket. Stasiun BNI City ini beda banget dengan stasiun lainnya, lebih mirip seperti bandara.



Sabtu, 01 Desember 2018

Pengalaman Pertama Ikut Open Trip Ke Malaysia


Pernahkah kamu berfikir untuk pergi ke suatu tempat dengan orang-orang yang sama sekali nggak kamu kenal?

Trip kali ini adalah pengalaman pertamaku ikut open trip. Awalnya aku masih ragu untuk ikut open trip karena aku sendirian dan nggak ada yang kenal. Jadi, ada dua pilihan yaitu jalan sendiri atau jalan ramai-ramai dengan orang-orang yang sama sekali nggak dikenal?
Setelah melalui berbagai perdebatan batin, akhirnya aku memutuskan untuk ikut open trip dari  akun Instagram fromlivertoliver.. Aku tahu open trip ini dari seorang teman. Sebut nggak nih orangnya? Ya sebut saja namanya Kak Iqbal (tapi sayangnya bukan Dilan) aka kening_lebar .

Mau kemana? Aku memilih Malaysia menjadi destinasi tripku.
Dimulai dari nol, ya... Eh salah, maksudnya dimulai dari perjalananku menuju bandara ^^

Day 0: 23 November 2018

Menuju Bandara

Menaiki KA Bandara dari Stasiun BNI City juga menjadi pengalaman pertamaku. Awalnya sih aku berniat pesan mobil online tapi setelah cek tarifnya, ehh ternyata lumayan juga nih kalau pakai kendaraan umum sisanya bisa untuk jajan es krim. Akhirnya aku dari Stasiun Cakung ke Stasiun Sudirman, baru deh naik KA Bandara di Stasiun BNI City. Pengalaman pertamaku menggunakan KA Bandara bisa dibaca di sini :)

Menunggu Flight

Penerbangan kami pukul 01.30 WIB dini hari tapi aku sudah sampai di Bandara Soekarno-Hatta pukul 22.30 WIB. Aku berkenalan dengan teman open trip lainnya. Ada Imam, Mbak Yayu dan Mbak Evy yang sudah terlebih dahulu sampai. Nggak disangka, kami cepat sekali akrab meski baru pertama kali bertemu. Kemudian datang menyusul Mbak Indah, duo Galih dan Aldi. Seperti perkenalan pada umumnya, kami saling tanya asal kita, kerja di mana dan bagaimana bisa tahu open trip ini.

Menggunakan maskapai LCC artinya harus siap-siap delayed. Hahaha. Iyup! Flight kami delayed satu jam menjadi pukul 02.20 WIB. Tapi tenang saja, di Bandara Soekarno-Hatta ini nyaman untuk menunggu dan ada spot yang ciamik untuk berfoto. Sambil menunggu bisa foto-foto terlebih dahulu dan tentunya sebagai generasi milenial, kita juga bisa charge hp gratis.

Day 1: 24 November 2018

Sampai di Bandara KLIA2

Pukul 5.30 MST kami sudah sampai di KLIA2. Hal pertama yang kami lakukan adalah mencari tempat pembelian sim card. Sebelum berangkat, kami sudah heboh bagaimana caranya saat di destinasi trip bisa internetan untuk tetap update di media sosial. Kami pesan di aplikasi Klook dengan harga Rp 80,013 dan saat itu sedang ada promo menjadi Rp. 27,830. Pembelian sim card ini menggunakan kartu kredit dan diharuskan mendaftar terlebih dahulu sebelum membeli.


Sambil menunggu peserta open trip dari kota lain, tim Jakarta sarapan dulu. Sesuai rekomendasi dari Kak Tika, aku pesan Nasi Goreng USA dengan harga RM12.5. Rasanya bagaimana? Nasinya cukup enak, ayamnya juga besar tapi kurang cocok di lidahku karena semacam ayam geprek dengan bumbu pedas manis.

Aku, Mbak Yayu, dan Mbak Evy memutari KLIA2. Bermain di mesin capit boneka dengan membayar RM1 sekali main. Terus dapat nggak bonekanya? Ternyata nggak semudah itu, Ferguso! Kami nggak dapat bonekanya >.<
Kami banyak bercerita tentang diri masing-masing. Mbak Yayu dan Mba Evy ini dulunya satu kantor tapi malah lebih akrab setelah resign dari kantor. Kami juga nongkrong di Subway, mencoba sandwich dan es Milo. Sudah sarapan terus makan sandwich? Ya bodo amat, kan biar kayak di drama-drama Korea nongkrong di Subway. Wkwkkwk.

MELAKA

Hotel

Setelah semua peserta open trip kumpul, kami menuju Melaka pukul 12.00 MST dengan menggunakan mini van. Perjalanan cukup jauh sehingga kami harus berhenti untuk makan siang di tengah perjalanan. Sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan langit biru yang dihiasi awan putih. Cuaca hari itu cerah bahkan bisa dibilang panas.

14.30 MST kami sampai di hotel Melaka untuk check in. Aku sekamar dengan Ibu Joesli yang berasal dari Bali. Sore pukul 16.50 MST kami berjalan menuju Gereja Merah yang selanjutkan akan menuju Masjid Selat Melaka atau yang sering disebut Masjid Terapung.

Dutch Square (Red Square)



Landmark
Melaka paling hits ini merupakan peninggalan Belanda. Ada beberapa bangunan seperti Christ Church, the Stadthyus dll. Yang unik dari bangunan ini adalah semuanya bercat merah. Ada penampilan tarian tradisional dan juga becak-becak hias di area ini. Yang membuat kami terkejut adalah lagu yang diputar di becak. Mau tahu lagu apa?

Hei sayangku, hari ini aku syantik
Syantik bagai bidadari, bidadari di hatimu~~

Yuppzz, lagu fenomenal dari Siti Badriah yang bahkan masuk Billboard Youtube ini nggak ada hentinya diputar di area becak-becak hias.