Kamis, 23 September 2010

obat itu dimana??

ada nada yg menyeru
"perjalanan hiduk tak sampai di sini saja"
alunan itu terngiang di sudut pikirku
menghentakan naluri ku yg sempat menciut
karena ketidak berdayaan diri
yg kalah oleh rasa lelah dan malas

tak mengerti arti seruan itu
tp bukankah setiap manusia pernah merasakan itu??
merasa apa yg di jalankan sia-sia
merasa apa yg dilakukannya tidak sesuai dengan keinginan
dan ketika dihadapkan pada sebuah masalah pelik
kata "tak berguna" kembali terucap di tutur kata ku

apa sebenarnya aku ini??
manusiayg hanya mau kesenangan??
sedangkan jarang sekali rintihan yg kluar dari mulutku untu Tuhan penciptaku
tak tau kenapa aku bisa bicata tentang hak yg aku terima
sedangkan kewajiban yg harus aku jalani malah kadang aku lupakan.

inikah aku??
TIDAK, aku tak seburuk itu antara aku dan Tuhanku

mungkin aku cuma butuh penyadar hati yg slama ini aku cari..

dimanakah obat itu?? entahlah..

Menangisi Malam

sepi malam begitu menyulam duka
kesendirian jadi alasan tepat
kenapa risaunya hati timbul
betapa rasa sakit mengiris jiwa

betapa tidak??
tak ada satu orang lagi pun yg sanggup menerima pribadi seperti aku
yg tak lagi suci oleh keperawanan

benarkah aku seburuk itu karna kekhilafan??
salahkah aku jika menghardik lelaki jahanam itu??
yg tega merenggut mahkota ku
dan menelantarkanku begitu saja

PUASKAH DIA DENGAN SIKAPNYA MALAM ITU??

heh.. helaan nafaspun tak cukup buatku tenang.
aku terlalu hina di hadapan-Nya
bahkan di depan makhluk ciptaan-Nya

masih berartikah hidupku ini??
masih adakah belas kasih untukku??
karna aku sungguh terpojok karna semua ini
tp jika tak da sedikitpun yg mau melihatku
sungguh aku bagai manusia kotor yg tak termaafkan.

***untuk temanku yg sangat aku sayangi..
***kamu tak sendiri, aku masih bersamamu..
***ini tak semuanya slahmu meski kau juga salah..

Selasa, 21 September 2010

Penantianku

Telah lama aku menunggu tp tak lekas datang
aku pun jarang mencari, berfikir bahwa dia akan datang sendiri
tp nyatanya semua itu sepertinya sia-sia
mungkin terkadang aku munafik pada diriku sendiri
mengaku baik-baik saja tp sebenarnya ku rasakan kosong di hatiku.

apa aku kurang agresih?? entahlah..
apa aku kurang menarik?? entahlah..
apa aku kurang pantas untuk di cintai?? entahlah..
apa aku terlalu memilih?? entahlah..

tp ada yg mencoba mendekati
tak tau kenapa hati ini belum bisa menerima sosok itu
sedangkan gejolak hati untuk mencinta sudah cukup tinggi.

apa yg ak cari??
kenapa smua yg mendekati seakan tidak cocok??
kenapa aku tidak puas dengan apa yg sudah di depan mata??
yg sudah membuka hatinya untuk orang seperti aku.

aku..
aku malah mencari sosok laen yg tak tau siapa dia..
yg tak kunjung mendekati raga ini

mungkin dalam hal ini aku memang salah..
tak bersyukur??
benarkah begitu??
ku tak bisa menerima keadaan bahwa tak semua keinginan bisa di capai
begitu juga dengan cinta yg aku impikan dengan seseorang yg aku idamkan
sedangkan orang itu tak juga menyapa hati ini.
kenapa aku tak bisa menerima hati yg telah menungguku??

entah lah..
aku kembali dengan sifat munafikku
mengatakan bahwa ini baik-baik saja dan coba menerimanya seakan tidak ada apa-apa
tp taukah kamu?? semuanya itu BOHONG!!

aku tetap memantikan dan merindukan sosok yg aku sayang dan menyayangiku..